Sambutan Ketua Umum PB PDGI pada Pembukaan RAKERNAS IX Yogyakarta, 24 Maret 2010
Puji Syukur Kehadirat Tuhan Yang Maha Esa dan HidayahNyalah kita dapat berkumpul dalam keadaan sehat wal'afiat untuk mengikuti sidang-sidang Organisasi Rakernas IX PDGI yang Insya Alloh akan berlangsung di Yogyakarta, yang kemudian dilanjutkan dengan seminar Ilmiah pada tanggal 26-27 Maret 2010.
Rakernas IX 2010 merupakan rapat kerja yang akan melibatkan seluruh komponen PDGI yang dilandasi oleh semangat "Tingkatkan Organisasi dan Manfaat Bagi Seluruh Anggota dan Masyarakat" dalam arti yang seluas-luasnya. Pasca Kongres PDGI XXIII 2008 di Surabaya dan Rakornas PDGI 2009 di Jakarta, diharapkan Rakernas IX 2010 di Yogyakarta dapat berlangsung tidak hanya sebagai Rapat Kerja, tetapi juga forum pemersatu (BONDING), menjadi penjembatan (BRIDGING) dari berbagai cara berfikir dan berbagai ragam kepentingan dari cabang-cabang dan anggota, yang perlu sekali kita selaraskan (LINKING) sehingga PDGI dapat semakin kokoh dan sarat manfaat. Jadi sesungguhnya Rakernas IX 2010 ditujukan sebagai forum konsolidasi nasional yang berbasis pada komunikasi dan koordinasi yang efektif, dan fokus dalam membahas pokok-pokok masalah yang telah diprioritaskan untuk dibahas dalam Rakernas. PDGI baru saja memperingati hari jadinya yang ke-60 pada 22 Januari 2010 yang lalu. Apa maknanya 60 tahun itu bagi PDGI? Banyak yang telah diperjuangkan oleh pendahulu, senior-senior kami. Dokter gigi diizinkan menuliskan resep, PDGI memperjuangkan lahirnya spesialisasi bidang Kedokteran Gigi (1982), pelaku-pelakunya masih ada bersama kita antara lain Prof. drg. Wuryan Prayitno, Prof. Dr. Ma'arifin Husin dari CHS, dll. Ke depan PDGI mau kemana? Secara eksternal, tantangan-tantangan sosiologis-ekonomis budaya global terasa semakin kuat dengan membawa potensi lunturnya sumpah Hipocrates : "Do no harm dan meletakkan kepentingan pasien diatas segala-galanya". Saat ini dirasakan adanya pergeseran kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kedokteran termasuk dokter gigi, diperberat dengan semakin maraknya pengbatan alternative termasuk tukang gigi yang semakinmarak, serta masuknya tenaga dokter/ dokter gigi asing akibat AFTA.
Oleh karena itu, tema yang kami angkat adalah menjunjung Tinggi Profesionalisme dalam globalisasi. Ada 2 kata kunci, yaitu Profesionalisme & Globalisasi, bagaimana kita menyikapinya.
Hadirin yang saya hormati,
Dokter gigi merupakan pekerjaan yang mulia, yang didasari pada pemahaman, kemampuan ilmiah serta keterampilan, perilaku yang etis, mempunyai rasa kesejawatan dan sifat altruisme (mendahulukan kepentingan pasien). Sekarang ditambah dengan kredibel dan akuntabel. Saat ini dirasakan adanya kekuarangan tingkat kepercayaan publik. Untuk itu profesi perlu meningkatkan image, mengubah perilaku menjadi lebih professional, transparan dan etis dalam perspektif kepuasan pasien.
Secara lebih luas, PDGI juga sebagai organisasi mengalami pasang surut peran dimata anggotanya. Dulu PDGI semata-mata merupakan mengurusi administrasi keanggotaan, iuran, dan mengeluarkan Surat Rekomendasi. Tuntutan saat ini, peran PDGI bergeser kearah tanggung jawab moral dan hukum. Tanggung jawab kepada Negara bahwa dokter gigi yang praktek di Indonesia benar-benar sesuai standard an benar layak menjalankan tugas melayani masyarakat, dengan dikeluarkannya sertifikat kompetensi Dokter Gigi/ Dokter Gigi Spesialis : semoga PDGI di masa depan dapat menjadi ujung tombak kemajuan Kedokterannnya Gigi di Indonesia, menjadi Organisasi yang professional danmembawa banyak manfaat tidak hanya bagi seluruh anggota, tetapi juga bagi rakyat Indonesia.
Hadirin yang saya hormati, Kepada bapak Paku Alam selaku wakil Gubernur yang mewakili pemerintahan DIY, beserta jajarannya, kami haturkan terima kasih atas perkenan untuk hadir dan atas segala dukungannya. Saya sampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Pengurus Wilayah dan Cabang-cabang di wilayah DIY, dan kepada Panitia Pelaksana atas upayanya dalam menjalankan salah satu amanah Kongres di Surabaya mempersiapkan acara Rakernas ini.
Akhir kata, Hadirin yang saya hormati, acara Rakernas akan diikuti dengan Seminar Ilmiah "Wisata Ilmu Jogja Dentistry II" yang memungkinkan delegasi dari seluruh Indonesia untuk sekaligus menambah Iptekdokgi, sehingga selain menjadi lebih handal dalam berorganisasi, juga menjadi lebih handal dalam keilmuannya, serta mempunyai waktu untuk mengexplore budaya, keindahan alam dan kuliner Yogyakarta. Kita panjatkan doa kehadirat Allah SWT semoga kita dapat ber-Rapat Kerja dengan lancer untuk memperoleh hasil-hasil dan rekomendasi yang strategis bagi tindaklanjut pelaksanaan amanat Kongres, dan untuk perkembangan PDGI yang lebih baik.
Zaura Anggraeni
Ketua Umum PB PDGI periode 2008-2011
Komentar
... belum ada komentar




