Pencarian






Artikel Terkini


PELARANGAN TUKANG GIGI DEMI KESEHATAN MASYARAKAT

Minggu, 08 April 2012, 20:33 | 0 Komentar

SEMARANG, suaramerdeka.com – 24 Maret 2012. Praktik tukang gigi yang melebihi kewenangan membuat Persatuan Dokter…
Lanjutkan membaca »

Tukang Gigi dan Risiko Infeksi

Rabu, 27 Juli 2011, 12:42 | 3 Komentar

Artikel mengenai bahaya tukang gigi pada kompas.com
Lanjutkan membaca »

REGRISTRASI ULANG DOKTER TERKENDALA

Rabu, 27 Juli 2011, 12:18 | 0 Komentar

Kutipan lengkap pemberitaan Harian Kompas 22 Juli 2011
Lanjutkan membaca »

SAMBUTAN KETUA UMUM PADA PELANTIKAN PB PDGI 2011-2014

Rabu, 27 Juli 2011, 12:12 | 0 Komentar

SAMBUTAN KETUA UMUM PADA PELANTIKAN PB PDGI 2011-2014 di Jakarta pada 23 Juli 2011.
Lanjutkan membaca »
Artikel Lainnya »

Jurnal PDGI

Berlangganan JURNAL PDGI Via Email

Nama Email


dokter gigi teladan.jpg

DOKTER GIGI TELADAN TINGKAT NASIONAL

Kamis, 23 September 2010, 09:44

Sebagaimana setiap tahun telah dilaksanakan, dalam rangka HUT ke 65 RI pada 17 Agustus 2010 dipilih dokter teladan tingkat nasional. Di antara para dokter teladan tersebut terdapat 7 orang dokter gigi.

Para dokter gigi yang telah berprestasi tersebut adalah drg. Sriwidyaswati (Puskesmas Wonosari II, Kab. Gunungkidul, D.I Yogyakarta), drg. Fitria Istina Dewi (PKM Curug, Kab. Tangerang),  drg. Nofi Yendri (Puskesmas Sungai Pua, Kab. Agam), drg. Ekanita Sandi (PKM Rawasari, Kota Jambi), drg. Wahidah (PKM Sendana II Majene, Sulawesi Barat), drg. Ellyati Kusumo (PKM Cempaka Banjarmasin), drg. Arini (PKM Sukaraya Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan). Para sejawat dokter gigi teladan tersebut telah mendapat penghargaan dari pemerintah atas dedikasi dan prestasinya selama ini.

 Pada 19 agustus 2010 telah berlangsung ramah tamah antara para dokter gigi teladan dengan PB PDGI yang diwakili drg. Zaura Rini Anggraeni MDS, Ketua Umum PB PDGI, dan drg. Peter Andreas M.Kes, Wakil Ketua Departemen Litbang PB PDGI. Dalam kesempatan tersebut juga diserahkan penghargaan PB PDGI kepada dokter gigi yang menjadi tenaga kesehatan teladan nasional.

 Pada kesempatan ramah tamah dengan PB PDGI berbagai prestasi serta pengalaman menarik dikemukakan para dokter gigi tersebut sehingga terpilih sebagai tenaga kesehatan teladan. Drg. Ekanita Sandi menuturkan pengalamannya terpilih sebagai dokter gigi teladan karena program inovasi SD Binaan. Sedang drg. Fitria Istina Dewi menjadi tenaga kesehatan teladan karena tema following Total Quality Management yang dijalankan pada pengelolaan UKGS dalam bentuk pembinaan kader orang tua dan guru, kegiatan pendidikan kesehatan gigi dan sikat gigi masal, dengan hasilnya peningkatan kunjungan anak-anak ke Puskesmas. Ditambahkannya, kegiatan tersebut dapat berjalan dengan lancar walau tanpa tenaga puskesmas. Kemudian drg. Ellyati Kusumo menjadi dokter gigi teladan dari Kalimantan Selatan karena nilai tambah membuat customer service sebagai salah satu unggulan puskesmas.

 Drg. Nofi Yendri  yang kepala puskesmas Sungai Pua Kabupaten Agam mengemukakan kiat yang menghasilkan prestasi sebagai tenaga kesehatan teladan. Inovasi dilakukannya dengan mengikutsertakan kesehatan gigi mulut secara lintas sektor mulai dari Janin/ibu hamil, serta bermitra dengan Kantor Kementerian Agama setempat mewajibkan calon pengantin untuk suntik tetanus didahului dengan periksa gigi dan selanjutnya melalui Puskesmas wajib periksa gigi terpadu dengan program periksa kehamilan dan anak bawah tiga tahun. Inovasi lainnya dilakukan dengan  menambahkan 10 item PHBS dengan program sikat gigi malam sebelum tidur dan setelah sarapan.

 Drg. Wahidah  dari Puskesmas Kabupaten Majene Sulawesi Barat yang termasuk kategori daerah terpencil mendapat penghargaan sebagai tenaga kesehatan teladan karena pengabdiannya yang baik dan ikhlas sebagai PNS pertama tanpa fasilitas tetapi berhasil meningkatkan jumlah kunjungan ke balai pengobatan. Dana operasional hanya dari Jamkesmas saja dan pasien-pasien lainnya gratis, sedangkan dirinya sebagai dokter gigi tidak mendapat imbalan tambahan selain gaji PNS. Berdasarkan pengalamannya diusulkan agar dipertimbangkan imbalan honorarium yang layak, karena saat ini sangat minim sekali yaitu sekitar 1 juta lebih sedikit/bln.

 Drg. Arini Maryam  dari Puskesmas Sukaraya di Ogan Komering Ulu Sumatera Selatan, pada tahun 2008 berdasarkan kerjasama antara Pemerintah Daerah, PDGI Cabang, dan PKK telah berhasil memecahkan rekor MURI untuk sikat gigi massal 16.350 murid SD. Pada mulanya dana hanya 2 juta rupiah dari urunan 8 dokter gigi masing-masing Rp. 250.000, tetapi setelah menghadap Bupati mendapat dana tambahan dari PEMDA sebesar Rp 160.000.000,-.  Kini beliau sebagai dokter gigi teladan Provinsi telah mendapat hadiah Umroh dari PEMDA.  Di samping itu juga dikemukakan masalah sehubungan dengan proposal PT Askes OKU yang menawarkan untuk masuk sebagai dokter gigi keluarga untuk 1000 jiwa dengan biaya kapitasi Rp 800,-/orang, padahal dokter umum mendapat biaya kapitasi Rp 2.500,-/orang. Ada kesenjangan penghargaan honorarium, padahal pekerjaan dokter gigi selain mendedikasikan ilmu pengetahuannya juga keterampilan. Dengan demikian bagi dokter gigi diharapkan agar diperjuangkan penghargaan/honorarium yang lebih layak dalam menjalankan profesinya.

 Dalam dialog dengan PB PDGI, para dokter gigi teladan mengemukakan kegiatan kemitraan yang diselenggarakan PDGI terutama dalam bentuk program SD binaan merupakan unsur penunjang keberhasilan. Selain itu mereka juga menyampaikan perkembagan yang berlangsung, meskipun selama ini masih terdapat kecenderungan tenaga kesehatan gigi tidak mendapatkan prioritas yang memadai, namun berkat dedikasinya kini di beberapa daerah para dokter gigi telah berhasil menduduki jabatan-jabatan di dinas kesehatan, dan bahkan ada yang menjabat sebagai kepala dinas. 

 Pada kesempatan tersebut para dokter gigi teladan terutama yang berdinas di daerah terpencil mengharapkan dukungan PDGI dalam menjalankan profesinya, serta juga perhatian dalam memperoleh SKP mengingat selama ini mereka mengabdikan diri di tempat yang jauh dengan penghasilan yang sedikit. Selain itu diharapkan agar diperjuangkan peningkatan prioritas bagi program kesehatan gigi yang dilakukan Kementerian Kesehatan dan pemerintah daerah di samping itu juga supaya ditingkatkan bantuan untuk pendidikan dan pelatihan bagi dokter gigi dalam rangka meningkatkan profesionalismenya. Sedangkan kepada PB PDGI, drg. Sriwidyaswati  yang juga bendahara PDGI Cab. Gunungkidul secara khusus menyampaikan agar di kongres PDGI para dokter gigi teladan diundang hingga dapat membagikan pengalamannya dan memotivasi para sejawat lainnya.

 Terpilihnya para sejawat dokter gigi sebagai Tenaga Kesehatan Teladan tingkat Nasional tahun 2010 membuktikan dokter gigi tidak kalah kemampuannya di kalangan tenaga kesehatan lainnya. Dengan dianugerahinya penghargaan ini diharapkan dapat lebih memacu para sejawat lainnya untuk meningkatkan pengabdian profesi dokter gigi kepada masyarakat, bangsa, dan negara.  Selamat kepada para dokter gigi teladan dan pasti kita semua turut merasa berbahagia dan bangga. 

(pj/a)

 


Telah dilihat: 1254 | Apakah anda suka dengan berita ini?: Suka (9)| Tidak Suka (0)

Komentar

  • 1 Kathy
    Kamis, 25 November 2010, 18:45
    wah hebat benar teman2 sejawat drg ini ya..ide2 yg kreatif dan jg inovasi2 yg hebat,jd memang tepat sekali mrk jd dokter gigi teladan ,selamat dan sukses ya dan terus terus berkarya utk kemajuan bangsa dan negara..bravo
  • 2 Drg.silvianita
    Senin, 08 November 2010, 20:26
    Ass..saya,sangat terkesan sekali dengan pengalaman dokter2 teladan tersebut,sangat menarik dan sangat memacu semangat kita untuk meningkat kan mutu profesionalisme sebagai dokter gigi agar dapat berguna bagi agama,bangsa,negara. akhir kata, mudah2an drg bisa semakin maju lg di masa2 mendatang. amin.trimakasih.wslm. ^_^

Tulis Komentar

« Masukkan teks yang ditampilkan di dalam kotak (tidak case sensitive)