
KADER 3L SIAP MELAKSANAKAN PROGRAM KESEHATAN GIGI MASYARAKAT
Bertempat di Aula Suku Dinas Kesehatan Jakarta Pusat pada 4 Juni 2011 telah berlangsung pelatihan kader Usaha Kesehatan Gigi Sekolah yang diselenggarakan dalam rangka program 3L (Live-Learn-Laugh). Sebagai peserta pendidikan kader dari kalangan guru dan kader sekolah dasar di daerah Jakarta Pusat. Pendidikan kader ini merupakan usaha memberdayakan komunitas sekolah untuk mendukung tenaga kesehatan gigi, khususnya dalam kegiatan promosi dan pencegahan, serta memberikan kewenangan agar dapat secara mandiri melakukan kegiatan promosi kesehatan gigi. Dengan adanya kader diharapkan program kesehatan gigi yang dijalankan dapat berfokus pada kebutuhan masyarakat sekolah.
Program 3L merupakan program promosi kesehatan gigi yang dilaksanakan PDGI dengan didukung dan didanai kemitraan FDI World Dental Federation dan Global Unilever. Menurut ketua program 3L, Dr drg Tri Erri Astoeti MKes, program 3L merupakan peran aktif PDGI dalam menyadarkan masyarakat akan pentingnya kesehatan gigi melalui upaya promosi kesehatan. Dengan adanya kader, maka program kesehatan gigi dapat dilakukan secara efektif melalui pendelegegasian pada lingkungan masyarakat sekolah. Dalam hal ini masyarakat sekolah yang merupakan komponen terdidik dapat menjadi agen perubahan untuk turut menyelesaikan masalah gigi dan mulut.
Direncanakan pada program 3L tahap II yang akan berlangsung hingga akhir 2012, akan dilaksanakan pendidikan kader di 10 kota di Indonesia oleh 10 cabang PDGI yaitu di Garut, Bantul, Lampung, Bangka Belitung, Pakanbaru, Lombok, Pontianak, Balikpapan, Makassar, dan Jakarta Pusat. Pendidikan kader dilaksanakan pada 2 sekolah dasar dengan kader sebanyak 20 orang di masing-masing kota, hingga seluruhnya akan dilakukan pelatihan bagi 200 orang kader.
Pada pelatihan kader diberikan materi mengenai struktur mulut dan gigi, macam dan fungsi gigi, pertumbuhan gigi, serta permasalahan gigi dan mulut seperti karies gigi, radang gusi, serta cara pencegahan dan perawatan penyakit gigi dan mulut. Diharapkan pada kader dapat kemudian menyampaikannya pada pelaksanaan usaha kesehatan gigi sekolah. Selain itu pada para kader dalam menjalankan perannya juga dibekali dengan pemahaman ringkas mengenai perilaku kesehatan, komunikasi yang efektif, serta cara menumbuhkan motivasi.
Para peserta sangat antusias mengikuti pelatihan kader yang disampaikan secara menarik. Pelatihan bukan hanya pemberian materi belaka, tapi juga disertai diskusi dan kesempatan mempraktikkannya. Akhir pelatihan para peserta dikenakan rompi kader UKGS 3L. Selanjutnya para kader siap terjun untuk berperan melaksanakan program kesehatan gigi bagi para siswa sekolah.
(pj)




