Pencarian






Artikel Terkini


PELARANGAN TUKANG GIGI DEMI KESEHATAN MASYARAKAT

Minggu, 08 April 2012, 20:33 | 0 Komentar

SEMARANG, suaramerdeka.com – 24 Maret 2012. Praktik tukang gigi yang melebihi kewenangan membuat Persatuan Dokter…
Lanjutkan membaca »

Tukang Gigi dan Risiko Infeksi

Rabu, 27 Juli 2011, 12:42 | 3 Komentar

Artikel mengenai bahaya tukang gigi pada kompas.com
Lanjutkan membaca »

REGRISTRASI ULANG DOKTER TERKENDALA

Rabu, 27 Juli 2011, 12:18 | 0 Komentar

Kutipan lengkap pemberitaan Harian Kompas 22 Juli 2011
Lanjutkan membaca »

SAMBUTAN KETUA UMUM PADA PELANTIKAN PB PDGI 2011-2014

Rabu, 27 Juli 2011, 12:12 | 0 Komentar

SAMBUTAN KETUA UMUM PADA PELANTIKAN PB PDGI 2011-2014 di Jakarta pada 23 Juli 2011.
Lanjutkan membaca »
Artikel Lainnya »

Jurnal PDGI

Berlangganan JURNAL PDGI Via Email

Nama Email


_kongres pdgi 2011 MG_0996.jpg

Pembukaan Kongres XXIV PDGI: KESEHATAN GIGI TIDAK BOLEH DIANGGAP SEDERHANA DAN TURUT DALAM TEROBOSAN REFORMASI KESEHATAN

Rabu, 30 Maret 2011, 10:00

Kongres XXIV PDGI(Persatuan Dokter Gigi Indonesia) dibuka oleh Menteri Kesehatan R.I. Endang Rahayu Sedyaningsih, dr, MPH, DrPH, di Kuta – Bali pada 30 Maret 2011. Sidang organisasi Kongres PDGI akan berlangsung pada 30-31 Maret 2011 dihadiri sekitar 499 peserta terdiri 345 delegasi serta 154 peninjau yang berasal dari cabang dan calon cabang serta pengurus wilayah dari seluruh Indonesia. Pada kongres akan dibahas mengenai evaluasi serta kebijakan organisasi di masa mendatang maupun pengembangan profesionalisme dokter gigi di Indonesia. Sidang Organisasi kongres akan memilih pula ketua Pengurus Besar PDGI masa bakti 2011 – 2014.

Selanjutnya pada 1-2 April 2011 akan diselenggarakan seminar ilmiah diikuti sekitar 1400 dokter gigi dari berbagai kota di Indonesia. Pada seminar ilmiah dalam rangka kongres akan diisi pembicara dari Indonesia maupun dari manca negara serta diselenggarakan pula berbagai kursus ketrampilan klinik bagi para dokter gigi. Dalam seminar ilmiah Kongres XXIV PDGI akan tampil 127 pembicara yang akan mengulas berbagai topik mutahir perkembangan ilmu dan tekonologi kedokteran gigi. Disamping itu pada arena kongres diselenggarakan pula pameran peralatan dan bahan kedokteran gigi dari berbagai perusahaan nasional serta internasional.

KESEHATAN GIGI TIDAK SEDERHANA

Pada sambutan pembukaan Kongres PDGI, menteri kesehatan mengemukakan masalah kesehatan gigi tidak boleh dianggap sederhana. Mengutip hasil Riset Kesehatan Dasar (RIKESDAS) tahun 2007 yang diselenggarakan Departemen Kesehatan, prevalensi nasional karies aktif adalah 43,4%. Prevalensi penduduk yang telah kehilangan seluruh gigi aslinya adalah 1,6%. Penduduk dengan masalah gigi-mulut dan menerima perawatan atau pengobatan dari tenaga kesehatan gigi adalah 29,6%. Data Rikesdas menunjukkan masih sangat sedikit penduduk yang dilayani dokter gigi atau tenaga kesehatan. Permasalahan kesehatan gigi dan mulut lainnya, mayoritas dokter gigi ada di perkotaan.

HARAPAN MENKES PADA PDGI
Dalam membuka Kongres PDGI, menteri kesehatan menyampaikan harapan agar PDGI dapat memberikan pelayanan berkualitas, pembinaan profesi, kompetensi, dan etika, dan mengembangkan altruisme, termasuk memberikan pemerataan pelayanan kesehatan gigi ke seluruh wilayan Indonesia. Diharapkan pula PDGI berperan memberikan pendidikan kesehatan gigi masyarakat, serta juga memonitor, mengawasi, memberi saran dan mengkoreksi pembangunan kesehatan.

Pembangunan kesehatan untuk mencapai cita-cita Indonesia Sehat menurut menteri kesehatan merupakan upaya mewujudkan pembangunan nasional sebagaimana tercantum pada pembukaan UUD 1945. Dalam rangka perwujudannya, Kementerian Kesehatan melakukan terobosan dalam bentuk reformasi kesehatan masyarakat yang mencakup 7 upaya. Pertama, revitalisasi pelayanan kesehatan dasar. Kedua penyediaan, distribusi, dan retensi SDM Kesehatan. Ketiga, menjamin ketersediaan, pemerataan, dan keterjangkauan obat melalui peningkatan akses obat masyarakat. Keempat, penyediaan jaminan kesehatan menuju jaminan kesehatan semesta (universal coverage). Kelima, peningkatan ketersediaan, pemerataan, dan kualitas tenaga kesehatan terutama di DPTK dan DBK. Keenam, reformasi birokrasi kesehatan. Ketujuh, meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan agar bertaraf internasional. Pada sambutannya, menteri kesehatan menekankan perlunya PDGI dan profesi kedokteran gigi untuk turut serta mengambil bagian dalam pencapaian terobosan reformasi kesehatan tersebut.

PDGI SEBAGAI POTENSI MENDUKUNG PROGRAM NASIONAL KESEHATAN
Ketua PB PDGI, drg Zaura Rini Anggraeni MDS, dalam sambutan pembukaan kongres mengemukakan, penghargaan yang setinggi-tingginya kepada menteri kesehatan atas perhatian dan kesediaannya. PDGI sebagai organisasi profesi yang menaungi 224 cabang yang tersebar hingga DTPK, serta 8 ikatan keahlian spesialisasi kedokteran gigi, 5 ikatan dokter gigi seminat, dan 9 kolegium merupakan potensi anak bangsa yang besar dalam mendukung program kesehatan nasional. Menghadapi perubahan global, serta kemajuan ilmu dan teknologi dalam kongres ini akan dibahas sistem penguatan organisasi agar mampu menghadapi tantangan perubahan.
Gubernur Bali dalam sambutannya yang dibacakan dr I Nyoman Sutedja, Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Bali, menyampaikan selamat datang dan berkongres di pulau Bali yang indah. Ditambahkannya, PDGI yang selama ini telah berperan secara optimal pada kongres kali ini dapat memantapkan langkah untuk meningkatkan sumbangsihnya bagi pembangunan kesehatan di Indonesia.

CABANG TERBAIK
Pada pembukaan kongres XXIV PDGI juga dilakukan penganugrahan cabang terbaik. Pemilihan cabang terbaik dilakukan berdasarkan kriteria ketertiban administrasi organisasi yang mencakup administrasi keanggotaan, pengurusan Kartu Anggota, penyampaian laporan kegiatan cabang, dan iuran anggota.

Di samping aspek administrasi organisasi, penilaian juga didasarkan pada partisipasi pada program nasional, serta program pendidikan profesional berkelanjutan yang diselenggarakan untuk pengembangan kompetensi para anggota. Berdasarkan kategorisasi menurut jumlah anggota, ditetapkan untuk cabang dengan jumlah anggota sedikit yang terbaik adalah cabang Banyuwangi, Garut, dan Sulawesi Tenggara. Cabang dengan jumlah anggota sedang yang terbaik adalah cabang Kabupaten Bekasi, Surakarta, dan Palembang. Sedang terbaik untuk cabang dengan jumlah anggota besar adalah cabang Malang dan Kota Semarang.

SEKOLAH DASAR BINAAN
Sejak 2009, PDGI menyelenggarakan program SD Binaan yang kini telah mencakup 116 SD yang tersebar pada 59 kota di seluruh Indonesia. Sebagai pelaksana adalah cabang-cabang PDGI dengan kegiatan berupa pendidikan kesehatan gigi, serta pendampingan siswa dalam memperkembangkan kesehatan giginya, serta anjuran memeriksakan gigi secara teratur. Seluruh kegiatan disampaikan secara interaktif sehingga menarik dan pelaksanaannya dibantu P.T. Unilelever berupa produk kesehatan gigi serta materi pembelajaran. Dari 59 cabang PDGI yang menyelenggarakan program SD Binaan pada Kongres PDGI dipilih yang terbaik. Pemilihan dilakukan berdasarkan kinerja, inovasi program, peranserta anggota, serta keterlibatan guru dan orangtua siswa. Pada periode tahun 2010 lalu telah terpilih PDGI cabang Sragen, Banyuwangi, dan Jambi sebagai cabang terbaik penyelenggara SD Binaan. Pada Kongres PDGI diberikan penganugrahan sebagai cabang terbaik dalam penyelenggaraan SD Binaan kepada PDGI Cabang Kota Cirebon, Ambon, Kuningan, Kabupaten Semarang, Gowa, dan Tanjung Pinang.

(Dr. drg. Paulus Januar, MS)

 


Telah dilihat: 389 | Apakah anda suka dengan berita ini?: Suka (3)| Tidak Suka (0)

Komentar

... belum ada komentar

Tulis Komentar

« Masukkan teks yang ditampilkan di dalam kotak (tidak case sensitive)