Pencarian






Artikel Terkini


PELARANGAN TUKANG GIGI DEMI KESEHATAN MASYARAKAT

Minggu, 08 April 2012, 20:33 | 0 Komentar

SEMARANG, suaramerdeka.com – 24 Maret 2012. Praktik tukang gigi yang melebihi kewenangan membuat Persatuan Dokter…
Lanjutkan membaca »

Tukang Gigi dan Risiko Infeksi

Rabu, 27 Juli 2011, 12:42 | 3 Komentar

Artikel mengenai bahaya tukang gigi pada kompas.com
Lanjutkan membaca »

REGRISTRASI ULANG DOKTER TERKENDALA

Rabu, 27 Juli 2011, 12:18 | 0 Komentar

Kutipan lengkap pemberitaan Harian Kompas 22 Juli 2011
Lanjutkan membaca »

SAMBUTAN KETUA UMUM PADA PELANTIKAN PB PDGI 2011-2014

Rabu, 27 Juli 2011, 12:12 | 0 Komentar

SAMBUTAN KETUA UMUM PADA PELANTIKAN PB PDGI 2011-2014 di Jakarta pada 23 Juli 2011.
Lanjutkan membaca »
Artikel Lainnya »

Jurnal PDGI

Berlangganan JURNAL PDGI Via Email

Nama Email


KKI LOGO INTERNET.jpg

SILANG PENDAPAT 6 TAHUN KKI

Senin, 02 Mei 2011, 09:02

Terbentuknya KKI (Konsil Kedokteran Indonesia) 6 tahun lalu diperingati dengan sarasehan dan diskusi pada 28 april 2011 lalu. Pada acara tersebut berbagai pendapat disampaikan, baik yang berasal dari anggota KKI periode lalu maupun yang sekarang sedang menjabat, serta juga dari para pemangku kepentingan (stake holder).

 Dimulai dengan menyanyikan himne KKI ciptaan drg Azrial Azwar SpBM, kemudian acara bergulir dengan pemandu Ir Atikah Waluyani MPH. Pada kesempatan tersebut ketua Konsil Kedokteran Gigi periode 2005-2009, Prof  Dr Roosye Roswita Oewen Sp.Pros, menyampaikan kenangannya pada perjalanan awal KKI setelah pengucapan sumpah di hadapan Presiden RI pada 29 April 2005. Menurutnya, pada masa awalnya KKI tidak memiliki fasilitas yang memadai, yang dimiliki hanya semangat dan tekad dari para anggotanya. Baru kemudian diusahakan hingga mendapatkan fasilitas dan personalia untuk menunjang kerja KKI. Sedangkan Prof Dr dr Farid Anfasa Moeleok SpOG yang mantan ketua Konsil Kedokteran mengemukakan bahwa, terbentuknya KKI sebenarnya melalui proses yang cukup panjang. Dituturkannya, ide pembentukan Konsil dirintis pada era beliau masih menjabat sebagai Menteri Kesehatan R.I.  Kemudian berkembang terus hingga ditetapkannya UU no. 29 tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran. Diingatkannya, KKI berperan dalam upaya sinkronisasi pendidikan, registrasi, dan pembinaan dalam menjalankan profesi kedokteran, dan menjadi makin penting terutama dalam era globalisasi saat ini.  Kemudian Ketua KKI periode lalu, dr H. Hardi Yusa SpOG MARS, menyampaikan mengenai medical health matters yang mencakup permasalahan kesejahteraan, pendidikan dan pelayanan publik. Dalam mengatasi permsalahan yang ada diharapkannya seluruh komunitas kesehatan tetap kompak dan memiliki persamaan pandangan.    

 Dalam menatap ke depan, Ketua KKI Prof dr Menaldi Rasmin SpP(K) menyampaikan bahwa saat ini berlangsung era globalisasi antara lain dengan pelaksanaan pasar bebas AFTA serta kesadaran publik yang kian meningkat. Terhadap KKI saat ini semakin besar perhatian pemerintah maupun legislatif. Di masa mendatang diharapkan koordinasi yang lebih baik dengan semua pihak terkait dalam rangka menjalankan kegiatan-kegiatan KKI. Kemudian ketua Konsil Kedokteran Gigi, Afi Savitri Sarsito drg Sp.PM, menambahkan dalam melaksakanan registrasi dokter dan dokter gigi beban kerja mencapai puncaknya pada tahun ini. Namun dengan segala kemampuan senantiasa diupayakan hingga proses registrasi dapat berlangsung dengan baik dan cepat.

 Pada kesempatan dialog, PB PDGI yang diwakili Dr drg Paulus Januar MS menyampaikan bahwa KKI merupakan perwujudan upaya bersama dari profesi, pemerintah dan masyarakat dalam menata pelaksanaan profesi kedokteran dan kedokteran gigi. Di masa mendatang diharapkan dapat lebih ditingkatkan lagi kebersamaan antara organisasi profesi dan KKI maupun pemerintah dalam menjalankan proses sertifikasi, registrasi dan lisensi bagi dokter dan dokter gigi. Kemudian Dr drg Harum Sasanti SpPM yang ketua Majelis Kolegium Kedokteran Gigi menyampaikan perlunya kejelasaan orientasi pendidikan kedokteran dan kedokteran gigi. Dalam hal ini prioritas pada promosi kesehatan dan pencegahan penyakit merupakan kebutuhan masyarakat yang terbanyak dibutuhkan. Diharapkan KKI dapat lebih berperan untuk mewujudkannya. 

(pj)


Telah dilihat: 344 | Apakah anda suka dengan berita ini?: Suka (10)| Tidak Suka (0)

Komentar

... belum ada komentar

Tulis Komentar

« Masukkan teks yang ditampilkan di dalam kotak (tidak case sensitive)